Rakerda Dekranasda Prop.Sulteng Secara Resmi Di Buka Asisten 2 SetdaProv Sulteng

Moh.Nasir Tula (11/12/2015)

beritasulteng, Palu- Gubernur Provinsi Sulteng, Drs. H. Longki Djanggola, M. Si yang diwakili Asisten II Setdaprov. Sulteng Dr. Elim Somba, M. Si secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Tengah, dengan tema Penumbuhan dan Pengembangan IKM Kerajinan Untuk Meningkatkan Daya Saing Kerajinan Daerah bertempat di Aula Palu Golden Hotel (PGH), Senin (9/11).
Dalam arahannya, Gubernur menegaskan pentingnya kegiatan tersebut karena didalamnya banyak hal-hal yang perlu di kembangkan serta dituangkan dalam program kerja, mengingat beragam masalah yang dihadapi bangsa saat ini, seperti harga kebutuhan pokok masyarakat yang cenderung meningkat dan juga masalah pengangguran dan sebagainya.
“Hal tersebut tentu menuntut kita untuk lebih berperan dalam membantu dan memberdayakan masyarakat, khususnya masyarakat pengrajin yang tergolong pengusaha kecil dan menengah melalui program pembangunan Dekranasda yang tepat sasaran,” tegasnya.
Menurut Gubernur Dekranas sebagai organisasi mitra pemerintah, yang keberadaannya mengemban tugas mulia, yaitu mengangkat derajat kehidupan perajin yang umumnya merupakan golongan ekonomi lemah, selain itu Dekranas harus senantiasa berusaha untuk melestarikan, melindungi dan mengembangkan seni kerajinan rakyat, agar nilai seni yang terkandung didalamnya dapat melanggengkan budaya luhur bangsa sebagai kepribadian dan identitas bangsa, yang diwariskan secara turun temurun
Senada disampaikan Ketua Dekranasda Sulteng, Hj. Zalsulmida Djanggola SH, CN. Dikatakannya, Rakerda yang dilaksanakan merupakan rapat yang kedua, dimana sebelumnya telah digelar pada tahun 2013.
“Kami berharap kerajinan di Sulteng dapat lebih baik lagi, melalui peningkatan kerajinan di Kabupaten/Kota agar produk yang dihasilkan dapat menjadi cindera mata bagi para turis yang mengunjungi Sulteng. Untuk itu kita harus bersama-sama mengevaluasi kerajinan, dengan maksud memberi kemudahan pada periode berikut,” harapnya
Menurutnya, Provinsi Sulteng memiliki banyak ragam produksi terutama makanan ringan dan kerajinan yang harus di tonjolkan di masa yang akan datang. Untuk itu promosi produk perlu di tingkatkan agar ada komunikasi antar peminat dan pembuat.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Drs. H. Abubakar Al Mahdali, M. Si mengakui industri kerajinan menjadi salah satu andalan, untuk itu perlu dilakukan pembinaan maksimal untuk menumbuhkembangkan kerajinan di Sulteng.
Menurutnya, industri kerajinan berasal dari kata rajin karena bersumber dari tangan tangan terampil dan rajin. Adapun contoh kerajinan di Sulteng yang menjadi andalan yakni Batik, Tenun serta kerajinan industri lainnya.
Rakerda Dekranasda mengangkat tema ‘Menumbuhkembangkan IKM Kerajinan Untuk Meningkatkan Daya Saing Perajin Daerah’. Rakerda yang diikuti 100 orang peserta bermasksud sebagai sarana untuk evaluasi dan perencanaan program pembinaan dan pengembangan sektor kerajinan di Sulteng
Adapun tujuannya untuk mengetahui kegiatan yang telah dilakukan oleh Kabupaten/Kota, terhadap pembinaan sektor kerajinan, kendala yang dihadapi, sinergitas program kedepan, serta penentuan produk kerajinan andalan tegas Ketua Panitia, Dr. Drs. Suaib Djafar Sikopa, M. Si .

Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>