Kesbangpol Sulteng Sosialisasi Pelestarian Dan Pengembangan Bahasa Negara Dan Daerah

Moh, Nasir Tula (17/11/2015)

beritasulteng, palu- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan Sosialisasi Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Negara dan Bahasa Daerah, Senin(16/11), di Restoran Darisa. Mewakili gubernur dan membuka acara, Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan dan SDM Ir. Andi Sose Parampasi, M.Si.
Tema yang diangkat, “Dengan Semangat Sumpah Pemuda Mari Kita Lestarikan dan Kembangkan Bahasa Negara yang Menjadi Bahasa Persatuan serta Bahasa Daerah Sebagai Pilar Utama Penyumbang Kosakata Terbesar pada Bahasa Negara.” peserta terdiri dari guru-guru Bahasa Indonesia SMP dan SMA se Kota Palu, peneliti bahasa, unsur kelurahan dan SKPD.
“Bahasa pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial masyarakat,” tutur staf ahli, membacakan sambutan gubernur. Lebih lanjut diutarakannya, bahasa merupakan fenomena budaya selain fenomena sosial. “Kebudayaan dewasa ini, selalu didampingi bahasa dan sastranya,” ujarnya. “Maka jelaslah bahasa dan sastra merupakan pilar, bahkan pilar utama pelestarian dan pengembangan budaya,” lanjutnya lagi.
Terkait dengan hubungan bahasa daerah dan Bahasa Indonesia, dituturkan Staf Ahli Andi Sose, bahasa daerah merupakan sumber dan benih pengembangan kosakata Bahasa Indonesia. Sedang Bahasa Indonesia selain sebagai bahasa komunikasi juga berperan sebagai pengikat masyarakat Indonesia yang bersuku-suku untuk bersatu. “Penyerapan kosakata bahasa daerah bermanfaat untuk pemekaran dan pemerkaya Bahasa Indonesia serta untuk mengembangkan bahasa daerah itu sendiri,” jelas staf ahli menerangkan bahasa daerah yang menunjang Bahasa Indonesia . “Insya Allah forum ini akan berdampak nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan makna yang sangat penting tentang pemakaian bahasa yang baik dan benar,” pungkasnya.
Setelah pembukaan, 3 narasumber dari Balai Bahasa Sulteng secara bergantian memaparkan materi, pertama, peneliti linguistik I Wayan Nitayadnya, SS, M.Hum tentang implementasi UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, Kepala Balai Bahasa Sulteng Dra. Zainab, M.Hum tentang Implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 40 Tahun 2007 tentang Pedoman bagi Kepala Daerah dalam Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Negara dan Bahasa Daerah, dan M. Asri, SS, M.Pd tentang Penggunaan Bahasa Indonesia pada Media Luar Ruang.
Menurut Zainab, ada 3 ciri sikap berbahasa yang harus dikembangkan yaitu : Kesetiaan Bahasa dalam arti menempatkan Bahasa Indonesia pada prioritas pertama lalu bahasa daerah, baru bahasa asing. Dua, kebanggaan bahasa, dalam artian mengembangkan Bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai lambang identitas dan tiga, kesadaran norma bahasa yakni menggunakan bahasa secara benar, cermat dan santun.
“Bahasa Indonesia adalah payung dari bahasa-bahasa daerah di Indonesia,” tandasnya.
Kegiatan akhirnya ditutup Kaban Kesbangpol Drs. Ikhwan dengan judul materi, Kebijakan Pemerintah Daerah tentang Bahasa Negara dan Bahasa Daerah di Sulawesi Tengah.

Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>