Longki, Rumah Coklat Tumbuhkan Pengembangan Sektor Industri Kecil Di Sulteng

Gubernur Sulteng H.Longki Djanggola menyerahkan pelekat nama selaku tanda mata kepada Mentri Perindustrian RI Saleh Husin, SE,M.Si, setelah meresmikan rumah coklat, pada Selasa (17/11/2015). Ft.Humas Prop.Sulteng.

Moh.Nasir Tula (17/11/2015)

beritasulteng, Palu- Sebagai daerah yang mengembangkan sektor industri kedepan propinsi Sulawesi tengah terus melakukan segala upaya dalam memanfaatkan setiap pertumbuhan kakao yang telah mengalami kemajuan setiap tahunya.
Gubernur Sulawesi Tengah Drs.H.Longki Djanggola,M.Si mengatakan atas nama Pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tengah, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, atas segala perhatian serta kerjasamanya dalam membangun Sulawesi Tengah, karena telah banyak melakukan fasilitasi, mulai dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri Morowali, bantuan mesin dan peralatan, pembinaan terhadap pelaku ekonomi industri dan hal lainnya, katanya.
“Dari data statistik perkebunan Indonesia, khusus produk kakao, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI yang membuat estimasi 2013-2015, bahwa luas lahan Sulawesi Tengah sebesar 282.081 Ha dengan produksi 145.184 ton per tahun, menjadi peringkat pertama di pulau Sulawesi untuk luas lahan dan produksi biji kakao. Daya produksi yang besar ini harus diikuti dengan program hilirisasi industri, untuk meningkatkan nilai tambah baik bagi produk tersebut mapun bagi para petani dan pelaku industri.” ujar Drs. H. Longki Djanggola, M.Si.
“Melihat perkembangan keberadaan Rumah Cokelat dan Rumah Kemasan ini, yang mana keduanya mempunyai peran cukup besar terhadap penumbuhan dan pengembangan sektor industri kecil Sulawesi Tengah, maka saya memberikan peluang untuk dibentuk adanya Unit Pelayanan Teknis (UPT), agar pengelolaannya menjadi lebih fokus. Dilain pihak, saya juga mengamati bahwa Rumah Cokelat dan Rumah Kemasan ini mempunyai peluang yang cukup besar dalam kontribusi pendapatan daerah berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena adanya penjualan produk dirumah cokelat, serta pelayanan desain dan cetakan di rumah kemasan.” Jelas Longki Djanggola.

Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>