Ketua Dan Pengurus KTNA Sulteng Secara Resmi Dikukuhkan Priode 2015 – 2020

Moh.Nasir Tula / Kiriman Humas Sulteng (01/12/2015)

beritasulteng, Palu- Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola M.Si diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tengah Bidang Pembangunan, Abdul Haris Rengga, SE mengukuhkan Pengurus Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sulawesi Tengah Masa Bhakti 2015 – 2020 di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (1/12/2015).

Pengukuhan yang berdasarkan Hasil Keputusan Rembug Paripurna Kelompok Tani Nelayan Andalan Provinsi Sulawesi Tengah pada 13 Juni 2015 dengan Surat keputusan Pengurus Kelompok Kontak Tani Andalan Nasional No. 77/SKEP/KTNA-Nas/09/2015 ini menetapkan Huasin Latobba sebegai Ketua Pengurus Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sulawesi Tengah Masa Bhakti 2015 – 2020.

Para pengurus KTNA terdiri dari para ketua kelompok tani atau mantan ketua kelompok tani, para penyuluh sukarela penyuluh swadaya dan penyuluh swakarsa, penyuluh alami yang telah diakui kepemimpinannya dalam menggerakkan anggota kelompoknya dalam mengembangkan usaha taninya, serta para petani maju yang berhasil dalam mengelola usaha taninya sendiri dan sekaligus penyebarkan pengetahuan, keterampilan dan informasi bertani, berusaha tani dan menerapkan inovasi dan teknologi baru.

Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Tengah, Abdul Haris Rengga, SE menyampaikan bahwa rasa bahagia dan bangganya akan pelaksanaan kegiatan ini, mengingat peran strategisnya para kontak tani nelayan andalan yang bersinergi langsung dengan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan bertujuan untuk meningkatkan produktifitas, pendapatan dan kejahteraan petani, nelayan, petani hutan dan keluarganya.

“Pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan tidak mungkin hanya dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan daerah, tetapi diperlukan keterlibatan semua komponen bangsa. Petani, nelayan dan petani hutan adalah pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan, mereka bukan obyek pembangunan tetapi subyek pembangunan yang perlu pembinaan, dukungan dan bantuan dalam mengelola usaha taninya.” ujar Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tengah Bidang Pembangunan.

“KTNA ini diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan diwilayahnya, sekaligus mitra pemerintah, dan pemerintah daerah untuk menyukseskan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. KTNA harus memahami seluk beluk permasalahan di masing-masing wilayahnya, dan mampu menyampaikan pendapatnya serta memperjuangkan aspirasi petani untuk perbaikan usaha tani.” lanjut Abdul Haris Rengga, SE.
“Sebagai mitra kerja pemerintah dalam kegiatan penyuluhan, maka KTNA harus memahami, menghayati, dan dapat melaksanakan tugas secara dinamis, dan berpegang pada perinsip-prinsip : tidak menerima gaji, tidak akan pensiun, merupakan bagian dari petani / masyarakat desa murni datangnya dari petani dan untuk para petani.” ujar Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tengah Bidang Pembangunan.

Tahun 2015 ini Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan program nasional dalam rangka swasembada pangan yaitu Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajala). Gubernur Sulawesi Tengah meminta KTNA berpartisipasi aktif untuk membantu menyukseskan pelaksanaan Upsus Pajala Ini, sehingga target luas tanam, produktifitas dan produksi dapat dicapai, mengingat saat ini sudah menjelang akhir tahun. Demikian juga swasembada daging, dan program pembangunan sektor perikanan dan kehutanan, agar kiranya KTNA terlibat lansung dalam menyukseskannya.

Selanjutnya, Gubernur Sulawesi Tengah Bidang Pembangunan mengingatkan bahwa tahun 2016 yang akan datang, Provinsi Sulawesi Tengah akan melaksanakan Pekan Daerah (PEDA) VIII Petani Nelayan Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Donggala, dan pada tahun 2017 akan diselenggarakan Pekan Nasional (PENAS) XV Petani Nelayan di Banda Aceh, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Gubernur Sulawesi Tengah meminta agar persiapan pelaksanaan PEDA VIII Tahun 2016 dan pengiriman Kontingen PENAS XV Tahun 2017 dapat dimulai dalam waktu dekat.

“Dengan dikukuhkannya kepengurusan KTNA Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Masa Bhakti 2015 – 2020, saya minta KTNA lebih proaktif dalam memberikan sumbangannya untuk meningkatkan kesejahteraan petani – nelayan dan petani sekitar hutan di sulawesi tengah.” tutup Abdul Haris Rengga, SE mewakili Gubernur Sulawesi Tengah.

Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>