Sudarto, Membuka Dekosentrasi Aparatur Pemdes Se Sulteng

Moh.Nasir Tula / Kiriman Humas (6/12/2015)

beritasulteng, Palu- Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, H. Sudarto, SH, M.Hum membuka membuka kegiatan Dekosentrasi Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa (Pemdes) se-Sulawesi Tengah di Hotel Graha Mulia, Rabu (2/12).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala dan Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Kepala BPK Perwakilan Sulawesi Tengah serta perwakilan Kepala BPMPD Kabupaten Banggai dan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kegiatan Dekosentrasi Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa se-Sulawesi Tengah ini telah memasuki angkatan VI yang tentunya dapat memberikan nilai tambah bagi pemahaman dalam mengiplementasikan pelaksanaan UU No. 6 Tahun 2014 tentang desa dan regulasi lainnya.

Dalam kesempatannya selaku Ketua Panitia kegiatan, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Hj. Maya Malania Nur, MT. menyampaikan bahwa kegiatan yang diikuti oleh angkatan terakhir sebanyak kurang lebih 700 orang ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan, serta memberikan pemahaman mengenai tugas fungsi wewenang bagi para aparat desa dalam penggunaan dana desa, hingga dapat mengidentifikasi dan memformulasikan permasalahan yang ada.

Selanjutnya, dilakukan penyematan kartu tanda peserta oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah kepada 2 orang aparat desa, mewakili peserta kegiatan Dekosentrasi Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa se-Sulawesi Tengah lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa tahun 2015 ini merupakan tahun pertama pemerintah mengalokasikan dana desa. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mewujudkan desa yang kuat, mandiri, sejahtera dan demokratis, sebagai uapanya mengatasi kesenjangan pembangunan nasional, dengan memperkuat peran dan posisi masyarakat desa sebagai subjek pembangunan.

“Keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa diharapkan mampu dilaksanakan secara demokratis, yang sejalan dengan visi pemerintah pusat, yaitu terwujudnya Indonesia yang berdaulat mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong, yang dirumuskan dalam Nawa Cita. Salah satu diantaranya yaitu membangun Indonesia dari pinggiran, dengan memperkuat daerah – daerah dan desa dalam kerangka NKRI.” ujar H. Sudarto, SH, M.Hum.

“Pengembangan kapasitas aparatur desa dengan meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan keuangan desa, perencanaan desa, dan penyusunan peraturan di desa harus segera dilaksanakan oleh pemerintah, dengan pertimbangan bahwa dana desa sebesar Rp. 500.301.180.000 sudah disalurkan ke 1.839 desa di seluruh Kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah.” lanjut Wakil Gubernur Sulawesi Tengah.
“Besarnya anggaran yang akan dikelola oleh pemerintah desa menuntut perlunya tanggung jawab yang besar dan juga peningkatan kapasitas dari aparat pemerintah desa dalam hal perencanaan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban keuangan desa.” pesan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, seraya memperingatkan para aparatur desa.

“Dana desa kiranya dapat dimanfaatkan dan dipergunakan dengan baik. Pemerintah daerah telah menyiapkan petugas pendamping kecamatan dan pendamping desa guna dapat membantu para aparatur desa dalam mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam pemanfaatan dana desa hingga dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.” tegas H. Sudarto, SH, M.Hum.

Terakhir, dilakukan dialog tanya jawab antara Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dan Kepala BPK Perwakilan Sulawesi Tengah dengan para peserta kegiatan. Beberapa hal yang didiskusikan antara lain adalah mengenai masalah ketersediaan infrastruktur jalan, listrik, dan air bersih. Mengenai hal tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan memberikan perhatian khusus kepada desa – desa tertinggal, terutama yang ada di pelosok. Tidak lupa, Beliau menyampaikan perhatiannya selaku pemerintah daerah mengenai kesejahteraan para tenaga medis yang merupakan fungsi utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat, hingga kesejahteraan para imam masjid dan pengurus rumah ibadah lainnya di dalam fungsi pelayanan keagamaan.

Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>