Pemprop Sulteng Peringati Hari Ibu Ke 87 Tahun Dan HKSN Ke 85 Tahun

Moh.Nasir Tula (04/01/2016)
beritasulteng, Palu- Peringatan Hari Ibu ke-87 yang dirangkai dengan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ke-85 (HKSN) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2015 dipusatkan di Hotel Mercure, Selasa (22/12). Tema hari ibu adalah “Kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam mewujudkan lingkungan yang kondusif untuk perlindungan perempuan dan anak” sementara tema HKSN 2015 adalah “Ayo kerja bersama membangun Indonesia sejahtera”

Hadir dalam peringatan itu, Gubernur Drs. H. Longki Djanggola, M.Si bersama Ketua PKK Prov Sulteng Hj. Zalzulmida A. Djanggola, SH, CN, Wakil Gubernur H. Sudarto, SH, M.Hum bersama Wakil Ketua TP PKK Hj. Nur Masyita Sudarto, pimpinan FKPD dan SKPD serta tokoh-tokoh organisasi perempuan se Sulteng.

Sebagai sesepuh perempuan Sulteng, Hj. Zalzulmida A. Djanggola dalam sambutannya mengajak hadirin menjadikan hari ibu sebagai sarana refleksi dalam rangka memajukan gerakan perempuan dalam semua bidang pembangunan. Namun, sangat disesalkannya justru perempuan jaman sekarang menodai citra perempuan yang sudah dibangun pejuang-pejuang perempuan.

“Saya sangat sedih, harga diri perempuan ditaruhkan, diletakkan pada wanita online, perempuan menjajakan diri karena ingin hidup mewah,” ungkapnya.

“Bukan seperti ini yang diharap Raden Kartini dan pejuang-pejuang masa lalu, Saya harap perempuan Sulteng tidak seperti yang ada dalam berita-berita,” sambungnya.

Olehnya, Beliau memotivasi kaum perempuan menjadi jati diri yang bermartabat dan membimbing anak-anaknya agar tidak menodai dirinya.

Sementara itu, dengan makin banyaknya perempuan yang berkarir di berbagai bidang, Beliau berpesan jangan sampai mengabaikan tanggungjawab dan pengawasan pada anak. Oleh karena itu, kemampuan membagi waktu bagi perempuan mutlak diperlukan agar sukses dalam karir maupun keluarga.

“Sebagai sesepuh saya mengajak jangan sampai mengabaikan pengawasan di rumah, tetaplah berkarir tapi bagilah waktunya dengan baik,” ajaknya.

“Perempuan bukan lagi objek pembangunan tapi harus jadi subyek pembangunan,” pungkasnya.
Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>