Dialog Interaktif Pemkot Palu Dan Polres Palu Terkait Tindak Tegas Aksi Kejahatan Di Kota Palu

Moh. Nasir Tula (08/02/2016)

beritasulteng, Palu- Kegiatan dialog Interaktif yang bertemakan Walikota dan Kapolres Menyapa , dilaksanakan di studio RRI Palu. Dimulai pada pukul 09.00 sampai dengan pukul 10.00 Wita. Pada hari Kamis tanggal 04 Februari 2016 Kapolres Palu bersama PLT Walikota Palu melakukan dialog interaktif di studio RRI Palu, dalam dialog   Walikota dan Kapolres Menyapa.

Pada sesi tanya jawab dengan masyarakat yang berdialog melalui saluran telefon, masyarakat memberikan beberapa pertanyaan serta masukan kepada Kapolres dan Walikota, yang diantara pertanyaan tersebut mengenai begal yang semakin marak terjadi di kota Palu.

Kapolres Palu AKBP.Basya Radyananda, SIK, memberikan jawaban, Polres Palu tidak pernah berkompromi dengan yang namanya kejahatan termasuk begal atau dalam terminokogi kepolisian adalah pencurian dengan kekerasan (curas), walaupun pelakunya masih tergolong anak-anak dan belum cukup umur, tetap kita akan lakukan tindakan hukum, kita tidak menghukum orangnya tetapi kita menghukum perbuatan yang telah dilakukan hingga menyebabkan masyarakat menjadi resah.

Kita sudah terus melakukan penyelidikan terhadap pelaku-pelaku begal yang ada di Kota Palu.

Ada juga yang bertanya tentang konfilk sosial di Palu, Kapolres Palu menyatakan bahwa yang terjadi di Kota Palu ini, bila dikaitkan dengan UU Penanggulangan Konflik Sosial, maka belum dapat di katakan sebagai konflik sosial, terbukti bahwa pemerintahan dan perekonomian serta sendi-sendi kehidupan masyarakat tidak lumpuh, atau tidak terjadi disintegrasi sosial. Oleh sebab itu yang terjadi di Palu ini adalah Permasalahan Premanisme.

Ada beberapa tahapan mengenai premanisme yakni premanisme yang mengganggu kamtibmas (mengkonsumsi miras, membawa busur dan melakukan balapan liar), premanisme yang menguasai suatu objek dan premanisme yang memimpin operasinal dan membiayai preman lainnya, jelas Basya Radyananda.

Untuk tindakan premanisme di Kota Palu baru terjadi pada tahap I yaitu premanisme yang mengganggu kamtibmas. Gangguan kamtibmas tersebut sebagian besar pelakunya adalah anak dibawah umur dan untuk menanggapi permasalahan tersebut Polres Palu terlah melakukan upaya sejak tahun 2015 hingga saat ini yaitu dengan melakukan kegiatan preemtif, preventif, serta penegakan hukum. Termasuk patroli hunting, apabila dalam kegiatan tersebut ditemukan masih ada kumpul-kumpul pemuda sampai tengah malam dan ditemukan adanya indikasi mengkonsumsi minuman keras maka tindakan tegas yang diambil oleh Polres Palu adalah mengamankan anak muda tersebut dan dilakukan proses lebih lanjut.

Kapolres Palu berharap agar masyarakat tidak usah khawatir karena polisi akan terus bekerja, karena seluruh personil Polres Palu tidak akan pernah main-main untuk menjaga keamanan Kota Palu.

Masyarakat tidak boleh ada yang melindungi pelaku tindak kejahatan, walaupun itu masih mempunyai hubungan saudara. Dan yang terakhir Kapolres berpesan agar masyarakat tidak menjadi pelaku kejahatan. Serta ucapan terimakasih dari Kapolres kepada Masyarakat karena masyarakat sudah sadar untuk menjadi polisi bagi dirinya sendiri.

Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>