NDB Gelar Sosialisasi MPR Di Sulteng

Anggota DPD RI Ibu Nurmawati Dewi Bantilan saat memberikan penjelasan terkait sosialisasi MPR di Kecamatan Tawaeli Prop.Sulteng, Pada Sabtu (27/2/2016). Ft.Dewi shita.

Dewi Shita, (11/3/2016)

beritasulteng, Palu- Nurmawati Dewi Bantilan (NDB) yang merupakan anggota DPD RI selama dua priode terus melakukan sosialisasi di wilayah daerah pemilihan propinsi sulawesi tengah, pada Sabtu 27/2/2016. Perempuan cantik yang karib disapa NDB , oleh banyak  para  konstituen pemilihnya  itu, menggelar kegiatan sosialisasi MPR , di kelurahan Pantoloan Boya,‎Kecamatan Taweli.
Dalam kesempatan sosialisasi yang terlaksana, Ndb oleh kurang lebih 150 peserta yang tampak hadir di minta untuk memberikan jawaban dan tanggapan pada sejumlah hal yang menjadi pertanyaan dari mereka selaku peserta kepada anggota DPD perwakilan Sulteng dua periode itu.
Dalam pantauan beritasulteng.Com, antara lain peserta menyoroti tentang masih minusnya kesadaran Berbangsa dan Bernegara dalam membangun upaya kesadaran ditinjau dari persoalan Bom Sarinah belum lama ini’ pro kontra kereta cepat, dalam isu pemerataan pembangunan yang menurut peserta menarik untuk diperhatikan sekaitan dengan pemaknaan Empat Pilar,Pancasila UUD RI ,NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,yang rasanya sangat tak adil bila anggaran, yang sebesar 5,5 miliar dollar As,tersebut hanya difokuskan pada pembangunan kereta cepat ,Jakarta -Bandung,sementara di Indonesia Timur yang setelah 70 tahun lebih merdeka masyarakatnya hingga saat ini belum pernah merasakan sarana kereta Api.
Isu partai PKB, terkait pembubaran pada  DPD RI,dualisme beberapa partai yang juga  tidak berhenti hingga saat ini, hingga kecemasan peserta terhadap masih  minusnya perhatian pemerintah pusat dan daerah dalam merespon Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang kemudian oleh peserta  di takuti akan dapat mengancam kedaulatan dan eksistensi ‎bangsa,bila kemudian kita tidak sepenuhnya siap dalam meresponya.
Menanggapi seluruh pernyataan dan pertanyaan yang diutarakan peserta dalam tanggapanya Ndb antara lain mengatakan jika, secara pribadi dirihnya sangat setuju apabila,‎Kasus Bom Sarinah memang perlu menjadi Bahan refleksi seluruh elemen Bangsa,untuk mengingatkan jika masih ada hal yang belum selesai terkait semangat berbangsa dan bernegara,agar  langkah penyelesaian secara Komprehensif yang mendesak selalu dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI,terkait pro kontra kereta cepat Jakarta -Bandung, yang juga menjadi bagian dari pertanyaan kepada peserta Ndb, mengatakan jika DPD. RI, telah menggunakan hak bertanya mereka kepada Presiden  pada 29 Januari 2016 dimana pemerintah telah memberikan jawaban penjelasan atas hak bertanya Anggota DPD RI,dimana intinya satu gagasan dengan seluruh peserta , DPD pun beranggapan jika. Infrastruktur diluar Jawa jauh lebih penting dibanding kereta api cepat.
Menjawab pertanyaan peserta untuk gagasan pembubaran DPD RI dalam Musyawarah kerja Nasional (Mukernas)‎ partai PKB,dpd RI sebagaimana yang disampaikan oleh NDB,juga menyayangkan gagasan pembubaran tersebut,mengigat persoalan sebenarnya adalah DPD RI, hanya berpersoalan pada terbatasnya kewenangan yang berakibat pada terbatasnya kinerja,terkait persoalan dualisme berbagai partai yang hingga saat ini masih terus marak,ketua Barindo Sulteng itu pun kemudian hanya dapat berharap agar dualisme beberapa partai tersebut pun dapat segera berakhir untuk kemudian bisa kembali fokus berfikir dan berjuang untuk masyarakat dan negara,sebagaimana hakekat dari partai politik,dan untuk pertanyaan peserta terhadap masih minusnya respon pemerintah pusat dan daerah dalam merespon MEA, yang mulai berlaku di awal tahun ini,NDB kepada peserta sosialisasi MPR, mengatakan jika keberadaan MEA memang dapat menjadi peluang dan ancaman, ‎dimana memang sangat diperlukan kecerdasan sebuah Bangsa dalam meresponya, untuk kemudian dapat mengambil manfaat atas MEA.
Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>