Produksi Kerajinan Rotan di Kota Palu Semakin Memprihatinkan

PALU-Saat ini usaha kerajinan rotan di Kota Palu semakin memprihatinkan, itulah yang terlihat di salah satu pusat usaha kerajinan rotan di Jalan Sungai Lewara No.31 Kelurahan Ujuna, Palu Barat, Sulawesi Tengah. Bagaimana tidak, saat ini hanya ada sekitar 5 perajin yang bertahan dari puluhan perajin yang memulai usaha di tempat itu sejak 1990-an. Salah satu di antara perajin yang masih bertahan itu adalah Yusuf Bachmid (49). Sudah sejak awal 1990-an ia membuka usaha kerajinan rotan. Ia beserta isterinya meneruskan usaha mertuanya yang sudah dirintis sejak 1980-an.

Yusuf Bachmid, pria keturunan Arab yang beristerikan seorang warga keturunan China makassar ini terbilang ulet. Meski usahanya pasang surut tapi Ia beserta isterinya tetap optimis dan bisa bertahan sampai saat ini. Desain kerajinannya makin apik. Ragam barang kerajinannya pun makin variatif. Mulai dari kursi tamu, kursi teras, kursi makan, dipan rotan, sekat ruang, ayunan bayi hingga mainan anak-anak.

“ Usaha saya ini sempat hampir tutup, tapi berkat keuletan dan optimisme saya dan isteri, usaha kami masih tetap berjalan sampai saat ini.” Tuturnya.

Menurutnya, saat ini masyarakat mulai banyak yang menggunakan furniture yang berbahan dasar rotan karena bentuk dan ragamnya tidak kala menarik dengan furniture yang berbahan dasar kayu atau sintetis. Harga jualnya pun meningkat drastis karena harganya yang masih terjangkau oleh semua kalangan.

“ Saya sudah memasarkan hasil kerajinan ini sampai keluar kota, dan saya merasa senang karena banyak pelanggan yang merasa puas dengan hasil kerajinan saya.” Tutupnya.

Reporter : IQHA FIEZTA – SN

Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>