Kategori
Daerah

AKBP Yudi Arto Wiyono Resmi Pimpin Polres Parimo

Penulis : Faozan Azima

Berita Sulteng– Pucuk pimpinan Polres Parimo resmi berganti. Acara pisah sambut kepemimpinan Kapolres Parigi Moutong Sulawesi Tengah  digelar di gedung Pusat Gatra Polres Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Rabu (10/11/2021).

AKBP Yudi Arto Wiyono resmi menjabat sebagai Kapolres baru, usai sertijab di Polda Sulteng beberapa waktu lalu.

Pejabat lama Kapolres Parimo, AKBP Andi Batara Purwacaraka dalam sambutanya menyampaikan, terima kasih yang sebesar- besarnya atas bantuan dan kerjasama yang dijalin dengan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam bingkai sinergitas seluruh stakholder di Parimo. 

Dia mengatakan, selama bertugas di Parimo sampai dengan selesai, seluruh masalah yang ada bisa terselesaikan dengan baik.

“Saya berharap rekan-rekan Forkopimda dan seluruh stakholder membantu melakukan percepatan vaksinasi, yang mana situasi pandemi ini status di Parimo sempat turun di level 2, berubah lagi menjadi level 3,” ujarnya.

Dia pun menyampaikan permohonan maaf, jika di dalam melaksanakan tugas ada yang kurang berkenan. Pada prinsipnya tujuannya, untuk membangun Kabupaten Parigi Moutong.

Sementara itu, pejabat baru, Kapolres Parimo, AKBP Yudi Arto Wiyono menaruh harapan dia dapat diterima dengan baik oleh Forkopimda dan seluruh masyarakat Parigi Moutong.

“Saya mohon bantuan dukungannya agar kita bisa bersinergi dan berkolaborasi untuk menjaga serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah ini,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada  AKBP Andi Batara Purwacaraka, atas bantuan dan kerjasama yang baik dalam menghadapi serta menangani pandemi Covid-19 selama menjabat Kapolres Parimo. 

ia juga mengucapkan selamat datang dan menyampaikan harapannya kepada Kapolres Parimo yang baru.

“Semoga dapat meningkatkan kinerja Kepolisian, selalu menjalin koordinasi dan hubungan baik dengan pemerintah daerah,” tuturnya.

Kategori
Daerah

Manajemen Pertambangan Dukung Usulan WPR

Penulis : Faozan Azima

Berita Sulteng DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) mendukung pengusulan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) disejumlah desa oleh pemerintah setempat 

“Berbicara soal itu harus didukung dengan manajemen pertambangan yang baik, bahkan kami mendukung langkah pemerintah kabupaten mengusulkan wilayah-wilayah yang potensial untuk pertambangan rakyat,” kata Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto saat ditemui di Parigi, Rabu (10/11/2021).

Menurut dia, suatu daerah yang memiliki kawasan pertambangan emas dapat menjadi salah satu bagian sumber pendapatan, tidak terkecuali Parimo yang memiliki sejumlah wilayah potensial. 

Sehingga perlu di dorong menjadi WPR agar aktivitas didalamnya tidak lagi ilegal.

Rata-rata di daerah itu, memiliki potensi emas yang aluvial atau permukaan. Ia menyebut, potensi itu perlu dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat dalam hal peningkatan ekonomi.

“Sumber penghidupan masyarakat rata-rata sudah mengarah ke kegiatan pertambangan,” ucapnya.

Dia memaparkan, sejak 2010 kabupaten Parimo telah memiliki eksisting pertambangan, khususnya WPR. Setelah itu, di tahun 2020 muncul usulan baru oleh Pemerintah Sulawesi Tengah di kawasan pertambangan Salubanga, Kecamatan Sausu.

Kemudian, tahun 2021 kembali muncul usulan baru karena munculnya surat Direktorat mineral dan batu bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tertanggal 15 Maret lalu. 

Dia menuturkan, Gubernur Sulawesi Tengah pun menyurat kepada bupati/wali kota terkait rekomendasi kesesuaian ruang dan jaminan tidak adanya pemanfaatan ruang.

Menindaklanjuti serta Ditjen Minerba, Gubernur juga mengeluarkan surat resmi perihal permintaan tanggapan atas usulan perubahan wilayah pertambangan.

“Dalam surat itu tertuang usulan WPR Parimo dengan bukti dukungan persyaratan antara lain, usulan lokasi WPR sebanyak delapan blok berdasarkan peta yang ada, kemudian surat rekomendasi Bupati Parimo nomor: 540/1912/Dia.LH tertanggal 16 Juli 2021,” ungkap dia.

Sebelumnya, Wakil Bupati Parimo Badrun Nggai menjelaskan, usulan sejumlah wilayah potensial WPR mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi warga setempat yang kini mayoritas menggantungkan hidup mereka dari kegiatan penambangan emas.

“Kami telah menugaskan instansi teknis terkait, termasuk pemerintah desa terkait membantu pengurusan izin,” kata dia

Kategori
Daerah Dikbud Headline

Kemendikbud Ristek Sebut Pentinganya Bangunan Sanitasi Sekolah

Penulis : Novita

Berita Sulteng– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyebut pembangunan sanitasi di lingkungan sekolah itu penting.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Muhamad Taufik Tim Teknis Sarana Prasarana (Sapras) Direktorat SMP, Kemendikbud, Ristek, pada saat melakukan monitoring realisasi pembangunan sanitasi sekolah tahun 2021 di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Sabtu 6/11/2021. 

Menurut dia, keberadaaan sanitasi di lingkungan sekolah sangat penting. Salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan, penyediaan air bersih dan pembuangan limbah yang memadai. “meskipun sarana dan prasarana dibangun dengan mewah, akan dianggap percuma apabila penyediaan air tidak tersedia.”

Lanjut dia, program pembangunan sanitasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2021, Parigi Moutong mendapatkan kuota untuk tiga sekolah yakni SMP Negeri 2 Balinggi Kecamatan Balinggi, SMP Negeri 2 Tinombo Kecamatan Tinombo Selatan, dan SMP Negeri 2 Bolano Kecamatan Bolano.

“Ini kunjungan rutin, kegiatan monitoring sesuai dengan laporan yang kami terima dari daerah. Alhamdulillah program pembangunan sanitasi ini berjalan dengan baik meskipun letak geografisnya cukup jauh,” ujarnya

Sebenarnya kata dia, seluruh sekolah di Parigi Moutong mengajukan usulan program sanitasi ke Kemendikbud Ristek, namun karena penetapannya berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Selain itu, alokasi anggaran pada program tersebut juga terbatas, sehingga  hanya tiga sekolah saja yang ditetapkan.

“Karena program ini seluruh Indonesia jadi kuotanya terbatas, malah ada kabupaten yang sama sekali tidak mendapat program ini, padahal program ini  memprioritaskan proses perbaikan sekolah.” ungkapnya.

Sehingga kata dia, untuk mendukung program tersebut pihaknya juga menyerankan pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran pembangunan sanitasi sekolah melalui APBD, agar tidak hanya bergantung dengan program pemerintah pusat.

Kategori
Daerah Dikbud

Peran Orang Tua Jadikan Anak Generasi Maju dan Mandiri

Penulis : Novita

Berita Sulteng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), mengatakan, orang tua harus terus mendampingi tumbuh kembang anaknya, agar menjadi generasi maju dan mandiri.

“Kami mengimbau orang tua untuk meluangkan waktunya mendampingi anaknya bermain sambil belajar,” ungkap Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Dikmas, Nurlina Sani, saat ditemui, Rabu (3/11/2021).

Dia menyebut, orang tua harus mendampingi perkembangan anak dari awal masa kehidupan serta melakukan berbagai aktivitas dan menerapkan pola asuh yang tepat.

Selain itu, kondisi yang kedua yaitu perlu mengembangkan keterampilan berpikir dan kreativitasnya.

“Kemudian yang ketiga yaitu perkembangan emosinya pun diharapkan baik, ia jadi percaya diri dan mandiri,” ujarnya.

Dalam kondisi saat ini, menurut dia, peran orang tua menjadi sangat penting karena berbagai keterbatasan yang dialami di masa pandemi Covid-19. Sebab, orang tua harus mendampingi agar anak tetap bahagia dengan merdeka belajar, dan bermain.

Sehingga, dibutuhkan koordinasi secara intens antara orang tua dan guru PAUD ditempatnya belajar, apalagi saat ini baru dimulai kembali pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Saat memulai pelaksanaan pembelajaran tatap muka juga dibutuhkan pendampingan orang tua terhadap anaknya,” ucapnya.

Dua tahun belakangan ini kata dia, gebyar PAUD tingkat Kabupaten Parigi Moutong tidak dapat dilaksanakan, akibat penerapan pembatasan kegiatan masyarakat.

Padahal, momen itu merupakan hari berbahagianya siswa PAUD, ditandai dengan berkumpul dan menampilkan kreasi anak-anak tersebut.

“Akibat pandemi ini, kreasi secara nyata siswa PAUD tidak mungkin dilakukan. Tetapi hakikat dari gebyar PAUD itu adalah, menjaga dan mendampingi anak-anak itu agar tetap bahagia dalam masa tumbuh kembangnya,” ungkapnya.

Kategori
Daerah Nasional peristiwa

Jembatan Gantung di Sulbar Rusak Diterjang Banjir, 2.000 Warga Terisolir

Sumber : detik.com

Berita Sulteng Jembatan gantung menuju Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) rusak parah diterjang banjir. Tingginya curah hujan dalam sepekan ini menyebabkan sungai meluap.


Rusaknya jembatan gantung tersebut, mengakibatkan 2.000 jiwa yang bermukim di Desa Lenggo terisolir.

Banjir luapan sungai menerjang Jumat malam (12/11). Terjangan banjir mengakibatkan jembatan gantung tidak dapat dilalui, karena sebagian lantainya terlepas terbawa banjir.

“Kejadian tadi malam dihantam luapan air sungai,” kata salah pemuda Desa Lenggo, Habibi kepada wartawan melalui pesan singkat, Sabtu (13/11/2021).

Habibi berharap, pemerintah segera turun tangan, membantu pembenahan jembatan gantung yang panjangnya sekitar 50 meter yang membentang di atas Sungai Masunni.

“Kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, agar segera meninjau jembatan gantung tersebut, agar bisa dibantu untuk pembenahannya,” pungkasnya.

Sementara itu, banjir juga menyebabkan puluhan rumah warga di Desa Bonra dan Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, terendam banjir. Banjir disebabkan luapan Sungai Mapilli.

Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur daerah ini, sejak Jumat siang (12/11) kemarin.

“Untuk sementara ini, pada Wilayah Kecamatan Mapilli, ada beberapa desa yang terdampak banjir, tapi yang agak parah di Desa Segerang kemudian di Desa Bonra,” kata Bhabinsa Koramil 1402-02/Wonomulyo, Serma Abd Gaffar, saat dikonfirmasi.

“Kalau di Desa Segerang kurang lebih 80 rumah, kalau di Desa Bonra ini kurang lebih 15 rumah,” sambung Gaffar.

Menurut Gaffar, banjir akibat luapan Sungai Mapilli ini mulai menerjang pada Sabtu dini hari (13/11) sekitar pukul 04.00 Wita. Selain menggenangi permukiman, banjir turut merendam areal perkebunan dan persawahan warga.

Kendati sempat mengganggu aktivitas warga, saat ini ketinggian banjir yang menggenangi permukiman sudah mulai surut.

Berdasarkan pantauan wartawan, hingga saat ini ketinggian banjir yang menggenangi pemukiman warga, masih mencapai lutut orang dewasa. Warga yang rumahnya sempat tergenang banjir, mulai membersihkan sisa-sisa lumpur yang terbawa banjir.

Kategori
Daerah Dikbud

Tata Kelola SMP Dengan MBS, Disdikbud Parimo Komitmen Beri Pendampingan

Penulis : Faozan Azima

Berita Sulteng– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), berkomitmen memberikan pendampingan tata kelola Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan Menajemen Berbasis Sekolah (MBS).

“Kami lakukan berdasarkan UU sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 pada pasal 51 ayat 1, disebutkan pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah dilaksanakan sesuai standar pelayanan minimal dengan prinsip MBS,” ungkap Kepala Bidang Manajemen SMP Disdikbud, Ince Pina, saat ditemui di Parigi, Jumat 5 November 2021. 

Dia menyebut, menurut PP nomor 17 tahun 2010, tugas pemerintah kabupaten/kota, adalah mengelola sistem pendidikan nasional ditingkat kabupaten dan merumuskan serta, mengalokasikan anggaran dan menetapkan kebijakan tata kelola pendidikan itu. 

Sementara satuan pendidikan kata dia, memiliki tugas dan tanggungan mengelola pendidikan menengah berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah, dan menetapkan kebijakan tata kelola pendidikan untuk menjamin efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan. 

“Olehnya, dalam mewujudkan berbagai hal, maka Disdikbud memandang perlu untuk melakukan kegiatan pendampingan tata kelola MBS, untuk memastikan satuan pendidikan telah menerapkan prinsip MBS dalam pengelolaan pendidikan yang bermutu,” jelasnya. 

Dia mengatakan, pendampingan itu dilakukan agar Kepala sekolah ditingkat SMP, memahami prinsip dan konsep MBS. Kemudian, memahami langkah-langkah implementasinya, meningkatkan mutu pendidikan sesuai standar nasional pendidikan. 

Selain itu, pendampingan juga dilakukan agar pihak sekolah mendapatkan contoh praktik dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, serta menyusun rencana tindaklanjut untuk memberikan dukungan implementasi MBS tersebut. 

“Dalam kegiatan sosialisasi pendampingan ini, kami mengundang kepala sekolah, agar sasarannya tepat. Kegiatannya akan kami laksanakan selama tiga hari, dimulai dari hari ini dan berakhir Minggu besok,” ucapnya.

Dia menjelaskan, MBS itu terdiri dari lima prinsip, diantaranya kemandirian, kemitraan atau kerjasama, akuntabilitas, dan keterbukaan. 

Satuan pendidikan diberikan otonomi dalam penyelenggaraan sekolah, untuk melakukan kegiatan dengan masyarakat, orang tua, siswa dan guru. 

“Seluruhnya, dapat berkolaborasi dalam menyelenggarakan MBS ini,” ujarnya.

Dia berharap, kegiatan ini tidak hanya sampai pada tahapan sosialisasi, karena akan ada regulasi sebagai acuan dan ditindaklanjuti dengan monitoring ke lapangan.  “Tahun depan saya sudah lakukan pengusulan, proses pendampingannya perayon dengan alokasinya Rp50 juta,” tuturnya.

Kategori
Daerah Ekonomi Bisnis

Disperindag Parimo Jamin Pemasaran Produk di Bontang

Penulis : Faozan Azima

Berita Sulteng– Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), akan memastikan jaminan pemasaran produk para pelaku usaha, dalam kerjasama pemerintah daerah dengan pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim)

“Kunjungan kemarin merupakan kegiatan DPRD. Saya sendiri diajak kesana untuk penjejakan berkaitan dengan rencana pemerintah daerah yang akan menjalin kerjasama dengan beberapa kabupaten/kota di Kaltim, salah satunya Bontang,” ungkap Kepala Disperindag Parimo, Muhammad Yasir, saat dihubungi di Parigi, Jumat (5/11/2021).

Dia menjelaskan, jaminan pemasaran produk itu disampaikannya langsung saat memberikan data produk Parimo ke Disperindag Kota Bontang. 

Dalam rancangan kerjasama itu, nantinya secara teknis akan diatur jaminan kepada pelaku usaha Parimo sebagai pemasok, saat memasarkan produknya ke wilayah Bontang.

Begitu juga kata dia, dengan pemerintah di Kota Bontang harus memberikan jaminan, pelaku usaha di wilayahnya, sebagai penerima atau pembeli. Sehingga, kontrak kerjasama antara wilayah itu tidak menimbulkan permasalahan atau kerugian satu sama lainnya.

“Hal itu dilakukan karena ada informasi terkadang produk yang mereka bawa ke wilayah sana tidak dibayar dengan berbagai macam alasan. Jika dari awal itu bisa diatur, kami upayakan persoalan ini tidak akan terjadi lagi,” ungkapnya.

Dari hasil pemaparannya, produk dibutuhkan adalah, beras, jagung, buah-buahan dan berbagai jenis rempah, atau berbagai bahan lainnya yang tidak dihasilkan di wilayah itu.

Nantinya kata dia, pemerintah daerah Parimo dalam waktu dekat, akan kembali melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pemerintah Kota Bontang. Kunjungan kedua itu, kemungkinan pihaknya akan mendapatkan total kebutuhan dari produk yang akan di pasarakan di Kaltim.

“Kemungkinan bulan ini kami akan datang kembali. Pak Sekda kemungkinan akan ikut juga dalam kunjungan itu, bersama DPRD,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menindaklanjuti pertemuan itu dengan melakukan komunikasi ke Disperindag Provinsi Sulteng, untuk menyiapkan fasilitas transportasi antarpulau.

Sebab selama ini, transportasi yang ada masih milik perusahaan swasta dengan tarif tinggi. Olehnya, diharapkan pemerintah provinsi dapat memfasilitasi untuk beberapa kabupaten terdekat, untuk menekan biaya yang dikeluarkan oleh pelaku usaha.

“Kalau perjanjian kerjasama itu terjadi, satu kapal saja kemungkinan tidak cukup dengan kapasitas 100 kontener. Makanya saya meminta difasilitasi agar dibuka jalur itu,” pungkasnya. Yasir menuturkan, jika kerjasama itu telah berjalan sesuai dengan rencana, kedepan tinggal melihat lagi peluang muatan balik dari wilayah Kaltim ke Sulteng.

Kategori
Daerah

PUPRP Parimo Kembali Terima Kucuran Dana Rehabilitasi Irigasi Tahun Depan

Penulis : Faozan Azima

Berita Sulteng Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, kembali terima dua paket bantuan rehabilitasi irigasi yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 mendatang.

“Sebelumnya memang kami sudah usulan ke Kementerian terkait. Usulan kami masuk tahun ini, untuk mendapatkan bantuan di tahun 2022 nanti,” ungkap Kepala Seksi Irigasi, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Parimo, Muhammad Zubaid dalam keterangan, Selasa (26/10/2021).

Dia mengatakan, Daerah Irigasi (D.I) yang mendapatkan bantuan rehabilitasi tersebut, yakni D.I Ongka Persatuan di Kecamatan Ongka Malino, dan D.I Malanggo Kecamatan Tinombo Selatan, dengan total anggaran Rp4,1 miliar.

Selain dua D.I itu kata dia, pihaknya sebenarnya mengusulkan empat irigasi lainnya yang dianggap priorotas kepada pemerintah pusat, agar mendapatkan bantuan rehabilitasi, yakni D.I Labalang, D.I Tindaki, D.I Parigimpu’u, dan D.I Sausu Bawah.

“Jadi ada enam irigasi yang kami usulkan dengan total anggaran Rp10 miliar lebih, tapi hanya dua yang dianggarkan tahun depan. Kami juga tidak tahu pasti, apa sebabnya,” kata dia.

Dia berharap, pelaksanaan rehabilitasi D.I itu dapat berjalan sesuai dengan perencanaan, tepat waktu dan sasaran. Sehingga, dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat petani persawahan di wilayah setempat.

“Ada keterlambatan penyelesaian pekerjaan pada rehabilitasi irigasi tahun ini, tetapi dapat diselesaikan dengan baik. Kendalanya karena cuaca, dan proses penyelesaian pekerjaan yang harus menunggu waktu panen petani,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Sumber Daya Alam, Moh. Aflianto mengatakan, di tahun 2021 ini, Dinas PUPRP Parimo mendapatkan alokasi DAK sebanyak empat paket pekerjaan rehabilitasi irigasi, berada di Desa Malanggo, Sigenti, Kecamatan Tinombo Selatan.

Kemudian, di dusun Labalang Desa Kasimbar, Kecamatan Kasimbar, dan daerah irigasi Parigi kanan atau Kecamatan Parigi Barat.

“Nilai sekitar Rp 4,6 miliar. Kemudian, untuk daerah irigasi yang anggarannya dinilai besar adalah daerah irigasi Labalang senilai Rp 1,5 miliar,” kata dia.

Sementara, daerah irigasi lainnya lanjut dia, ada dua yang masing-masing mendapatkan anggaran seniai Rp 900 juta. Sementara irigasi Parigi kanan Kecamatan Parigi Barat, anggaranya sekitar Rp 1,3 miliar.

“Untuk D.I ini memang prioritas. Sebenarnya, yang prioritas ini banyak, cuma kita keterbatasan anggaran dari pusat,” pungkasnya.

Kategori
Daerah Dikbud

Parigi Moutong Wacanakan Penambahan Hari PTM

Penulis : Novita

Berita Sulteng Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah melacak penambahan hari Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di satuan pendidikan, pada masa pandemi Covid-19.

“Hal itu dilakukan, setelah melakukan ujicoba PTM terbatas dua hari dalam sepekan bagi peserta,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Sunarti saat ditemui di Parigi, Kamis 21 Oktober 2021. 

Dia mengatakan, setelah menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat, dalam pelaksanaan PTM terbatas dua pekan lebih, tidak ada ditemukan gejala klaster baru dalam lingkungan sekolah.

Hal itu kata dia, dibuktikan dengan tidak adanya laporan dari pihak pengawas dan satuan pendidikan sebagai penyelenggara PTM terbatas.

Dia menuturkan, pembelajaran di satuan pendidikan terbatas, tadinya mewajibkan peserta didik belajar dua hari dalam satu pekan. Maka direncanakan akan ditambah satu hari lagi, menjadi tiga hari dalam satu pekan.

Pelaksanaannya juga kata dia, belum dilakukan secara serentak masih dilakukan ujicoba seperti pada awal diilaksanakannya PTM terbatas. Sehingga, sebagai langkah awal dimungkinkan sekolah yang berada di ibu kota kabupaten lebih dulu menerapkan rencana itu.

“Tadi pak Koordinator Pengawas menyampaikan akan dilakukan rapat tentang PTM terbatas tiga hari dalam sepekan, dan kami menunggu itu kapan akan dilaksanakan,” jelasnya.

Dia menuturkan, kegiatan itu nantinya akan dilakukan monitoring dan evaluasi kembali, apabila Parigi Moutong semakin baik dan kondusif dimasa pandemi saat ini. Tujuannya, agar tidak ada lagi yang dikhawatirkan.

Pihaknya kata dia, juga mendorong guru tenaga kependidikan, untuk tetap menyelesaikan vaksinasi. Sebab, masih ada tenaga guru yang belum mendapatkan suntikan vaksin, dikarenakan kendala medis setelah dilakukan pemeriksaan.

“Selain guru dan tenaga kependidikan, kami juga mengawal vaksinasi untuk siswa yang telah berusia diatas 12 tahun keatas,” tutupnya.

Kategori
Daerah Headline Kriminal

Polres Parimo Tangkap Pencuri Peralatan Masjid

Penulis : Faozan Azima

Berita Sulteng– Kepolisian Resor (Polres) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berhasil membekuk pelaku pencurian kotak amal dan perlengkapan ibadah Masjid.

Pelaku berinisial SA (38) asal Provinsi Gorontalo kerap melakukan tindak pindana pencurian di sejumlah Masjid di Desa Tanalanto Kecamatan Parigi Selasa dan Desa Sausu Kecamatan Sausu. 

“Kami menangkap pelaku usai menerima laporan masyarakat. Selanjutnya, kami tindaklanjuti dengan memerintahkan Satuan Reskrim,” ungkap Kapolres Parimo, AKBP Andi Batara Purwacaraka, saat konfrensi pers di Makopolres Parigi Moutong, Rabu (20/10/2021).

Menurut dia, anggota Satuan Reskrim langsung melakukan untuk menangkap pelaku pencurian. Dalam tempo cepat pihaknya berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Barang bukti yang berhasil diamankan kata dia, satu unit sepeda motor metik, lima unit amplifier. Kemudian, mixer, dispenser, jam digital, DVD masing-masing satu unit, lima unit speaker, dua unit cas dan salonnya, tiga unit kipas angina, dan sepuluh karpet.

“Kami juga amankan, obeng, gunting, martil, travo dan masih banyak barang bukti lain yang telah dijual oleh pelaku ke Provinsi Gorontalo dan kabupaten lain,” ungkapnya.

Dia menambahkan, modus pelaku yaitu berpura-pura melaksanakan sholat di Mesjid. Setelah menganggap situasi sudah sepi, barulah pelaku menggasak segala bentuk barang di dalam Mesjid termasuk kotak amal.

“Pengangan ini berawal saat patroli, tim Buser melihat motor terparkir di depan mesjid  Jami Nurul Falaah, dan mencurigakan karena bukan pada saat waktu Sholat, sekitar jam 02.00 WITA,” kata dia.

Selanjutnya, tim Buser berusaha mencari pemilik motor dan menemukan pelaku menggunakan masker TNI-Polri tergesa-gesa keluar dari dalam Masjid.

“Pelaku sempat menggertak salah satu anggota Buser. Kemudian anggota Buser mengeledah terduga pelaku, motor dan barang- barang korban,” ujarnya.

Pada saat penggeledahan ditemukan beberapa perlengkapan Masjid, dan tim melakukan introgasi terhadap pelaku.

“Pelaku akhirnya mengakui kalau ia mencuri barang itu dari dalam Mesjid diwilayah Kecamatan Torue dan Kecamatan Sausu,” jelasnya.

Pelaku sangkakan dengan pasal 363 ayat 1 ke 3 e jo 65 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.