by

Kabupaten Parimo Penunggak Rastra Nomor Satu di Sulteng

Laporan : MF H Ishak

 

PARIMO, Beritasulteng.com- Saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi, tengah melakukan penyelidikan terkait utang Beras Sejahtera (Rastra) tahun 2017, sebesar Rp300 juta yang hingga kini belum juga terselesaikan. Bahkan, selain telah melakukan pengumpulan data, saat ini pula kabarnya, pihak Kejari Parigi telah mengantongi nama calon tersangka terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana Rastra tersebut.

Hal itu dikemukakan Kasi Pidsus Kejari Parigi, Mohammad Tang, yang ditemui Sejumlah Media disalah satu caffe di Kelurahan Maesa, Sabtu (24/11). Kabupaten Parimo kata dia, merupakan daerah yang memiliki utang rastra terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Tunggakan Rastra Kabupaten Parimo mencapai Rp300 juta lebih. Jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Sulteng, hanya mencapai angka puluhan juta hingga belasan juta saja,” ungkapnya.

Pihaknya menduga, ada praktek Gali lubang tutup lubang dalam kasus tersebut. Misalnya kata dia, tunggakan ditahun 2016, ditutupi pada tahun 2017, dan berharap ditahun 2018 tunggakan tahun 2017 dapat terselesaikan. Hanya saja jelas dia, dugaan aksi gali lubang tutup lubang tersebut tersendat, dikarenakan ditahun 2018, rastra tidak lagi dibayar alias gratis, sehingga terjadi penunggakan pembayaran hingga tahun 2018 ini, yang seharusnya sudah selesai pada tahun 2017 kemarin.

“Hutang di 2016 ditutupi tahun 2017, seperti gali lubang tutup lubang. Ditahuh 2017 mines, berharap mau menutupi tunggakan ditahun ini tapi tidak bisa karena tahun ini sudah gratis,” ujarnya.

Dalam penanganan kasus tersebut kata dia, pihaknya telah memeriksa sejumlah kepala desa yang berasal dari wilayah utara Parimo, serta beberapa orang dari pihak Bulog. Bahkan, ada beberapa kepala desa yang mengakui belum membayar Rastra tersebut dan berjanji akan melunasinya serta ada yang telah melunasinya namun, tidak sampai kepada pihak Bulog.

Mohammad Tang juga mengatakan, pada Desember mendatang, pihaknya akan meningkatkan penanganan kasus tersebut ketingkat penyidikan, serta akan merilis nama calon tersangka yang telah dikantonginya, pada awal 2019 mendatang. Hanya saja saat ini, pihaknya masih enggan membeberkan berapa orang calon tersangka dan dari pihak mana.

“Kemungkinan bulan depan kami naikan ketingkat penyidikan penanganannya dan akan segera merilis siapa calon tersangkanya diawal 2019 nanti,” tegasnya.

Dia menambahkan, pihaknya kemungkinan akan mengundang Kabag Ekonomi Setda Parimo Abd. Azis Tombolotutu, untuk diminta keterangannya, sebagai pihak yang dianggap mengetahui tentang proses penyaluran beras bagi warga miskin tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed