by

Pentas Akhir GSMS di Parimo Dinilai Sukses

Laporan : Safira

 

PARIMO, Beritasulteng.com– Pentas akhir GSMS di Kabupaten Parimo dari 26 sekolah dinilai sukses. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi stimulan bagi pemerintah daerah dalam menciptakan bibit seniman.
Hal itu diungkapkan Kuat Prihatin, selaku Kasubid Program Evaluasi dan Dokumentasi Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI saat menghadiri pentas akhir GSMS Parimo di taman Masigi, Rabu (29/11) malam.
Dia mengatakan, bagi pihaknya penampilan anak-anak yang mengikuti kegiatan seni merupakan hal yang sangat luar bisa. Hal itu dapat dibuktikan selama proses pembelajaran tiga bulan lamanya, meraka bisa menyerap apa yang di ajarkan oleh seniman. Bahkan, nantinya akan menjadi bekal bagi mereka.
“Kita tidak ingin dalam kontes tersebut membentuk mereka menjadi seniman, itu tidak. Akan tetapi yang penting bagaimana anak kita itu bisa menghargai kesenian, dan bisa mengenal kesenian karena mereka ikut terlibat dalam proses tersebut. Yang tentunya dengan tampil disini saja mereka sudah luar biasa.”ungkapnya pada sejumlah wartawan di sela sela kegiatan GSMS berlangsung.
Menurut dia, program GSMS di kabupaten Parimo dinilainya sukses, dan hal itu dapat disimpulkan dapat menggairakan kebudayaan dan kesenian untuk lebih maju. Sehingga, anak-anak tersebut itulah yang akan menjadi penerus kedepan.
“Karena dengan GSMS ini kita harapkan bisa mengisi, untuk menjadi bibit bibit calon seniman juga, walaupun kita tidak dalam kontes itu, bisa jadi akan muncul bibit bibit seniman yang luar biasa,” kata dia.
Kuat Prihatin berpesan, dengan kepala Disdikbud Parimo, tahun depan sudah bisa melanjutkan kegiatan GSMS tersebut melalui dana APBD, atau mengalokasikan anggaran BOS untuk pembiayaan kegiatan serupa.
“Mudah-mudahan gerakan ini menjadi gerakan bersama-sama oleh berbagai pihak dan tidak menutup kemungkinan juga ada dunia usaha yang akan ikut terlibat di GSMS ini, kita harapkan GSMS ini menjadi gerakan lebih baik kedepan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parimo, Adrudin Nur, mengatakan keuntungan pertama dengan adanya program GSMS yakni, munculnya pelaku seni baru di Kabupaten Parimo, serta kader kader baru. Kedua, telah jelas pada peserta didik dan anak-anak didik dapat mengenal seni budaya lebih baik lagi dari sebelumnya.
Dia berharap, pelaksanaan kegiatan GSMS bukan hanya di 23 titik sesuai dengan kecamatan yang ada di Parimo, tetapi minimal di kecamatan itu sendiri dilakukan program tesebut mulai dari tingkat desa hingga kecamatan dan kabupaten.
“Kami mau mempelajari dulu, apakah nantinya kegiatan GSMS ini dapat dianggarkan menggunakan dana BOS. Makanya kami mau liat dulu Juknisnya,” tuturnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed