by

Pindah Tugas, Sirajuddin Ramly “Hadiahi” Kasus Pembunuhan ke Pejabat Baru

Laporan : MF H Ishak

PARIMO, Beritasulteng.com- Sudah lebih dari satu tahun, kasus pembunuhan Sekretaris Badan (Sekban) Penanggulangan Bendaca Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), yang ditangani Polres Parimo dizaman AKBP Sirajuddin Ramly, belum juga tuntas.

Nur Afia Almahdali (53) yang menjadi korban pembunuhan itu, ditemukan tewas tergeletak di kamar tidurnya pada bulan Juli 2017 silam. Namun sayangnya, pelaku pembunuhan tersebut, hingga saat ini belum juga terungkap identitasnya.

Karena tidak tuntasnya kasus pembunuhan Sekban BPBD Parimo tersebut dimasa Kapolres Sirajuddyn Ramly, sehingga Kapolres Zulham Efendi Lubis yang baru menjabat, harus bekerja ekstra untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut.

Keterangan yang diberikan Sirajuddin kepada sejumlah media satu tahun silam, Dalam penanganan kasus tersebut pihaknya telah memeriksa dan meminta keterangan sembilan orang saksi, baik yang berasal dari lingkungan tempat korban bekerja, maupun orang-orang  disekitar tempat tinggalnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menganalisa sejumlah barang bukti yang ditemukan di TKP. Hanya saja kata dia, pihaknya mengalami kesulitan untuk mengungkap pelaku pembunuhan, karena korban tinggal seorang diri dirumah yang menjadi TKP. Sehingga, tidak ada saksi yang mengetahui persis tentang apa aktifitas korban selain berkantor, dan minimnya informasi berkaitan dengan korban.

Menurut dia, pihaknya sebenarnya telah mencurigai seseorang sebagai pelaku dalam kasus tersebut, namun tidak didukung dengan keterangan saksi dan barang bukti. Adapun alat bukti yang ditemukan kala itu, yakni senjata tajam (Sajam). Namun pihaknya belum dapat mengidentifikasi apakah Sajam tersebut milik korban atau pelaku.

“Kalau yang tinggal dirumah itu bukan hanya pelaku, mungkin kami bisa menanyakan kepada mereka senjata tajam itu milik siapa,” kata Sirajuddin 2017 silam.

Sirajuddin juga mengatakan, pihaknya belum mengetahui apa motif pelaku sehingga pembunuhan tersebut dilakukannya, sebab pelaku belum ditemukan. Hanya saja, saat itu Sirajuddin menargetkan secepatnya dapat mengungkap pelaku pembunuhan itu.

Tidak hanya itu, kasus tewasnya siswi SMA Negeri Parigi Utara, Rina L, warga Toboli yang ditemukan sudah membusuk di semak-semak belakang rumahnya pada 18 November 2017 silam usai dinyatakan hilang tiga hari sebelumnya, juga menjadi “Hadiah” Sirajuddin untuk Kapolres Baru, AKBP Zulham Efendi Lubis.

Polres Parimo yang saat itu dipimpin oleh AKBP Sirajuddin Ramly, langsung menindaklanjuti kasus dugaan pembunuhan tersebut, dengan melakukan penyelidikan, memeriksa belasan saksi termasuk siswa dan siswi SMA Negeri Parigi Utara, serta beberapa orang keluarga korban.

Bahkan, Pihak Polres Parimo saat itu sudah mengambil langkah melakukan outopsi dengan melakukan penggalian kubur korban, agar mengetahui penyebab kematian korban.

Berdasarkan hasil outopsi, barang bukti, serta pemeriksaan para saksi, akhirnya Polres Parimo menetapkan kaka ipar korban yang bernama Jufri alias Adi sebagai pelaku.

Meskipun telah mengantongi nama pelaku pembunuhan Rina, namun Polres Parimo yang saat dipimpin Sirajuddin Ramly, belum juga berhasil mengamankan pelaku yang diketahui adalah suami kakak kandung korban itu sendiri.

Padahal saat itu, keluarga korban Rina sangat berharap kepada Polres Parimo agar segera dapat menangkap pelaku yang berkeliaran bebas usai membunuh Rina.

Mengenai “Hadiah” berupa beberapa kasus pembunuhan tersebut, Kapolres Parimo, AKBP Zulham Efendi Lubis yang ditemui usai upacara penyambutan pejabat baru dihalaman Makopolres Parimo mengatakan, dua kasus pembunuhan tersebut telah disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Parimo kepadanya.

“Sudah dilaporkan Kasat Reskrimnya. Berdoa saja, Insa Allah akan menunjukan hal-hal yang baik,” ujarnya.

Dia menambahkan, karena menyangkut dengan nyawa orang, maka kasus pembunuhan tersebut akan menjadi prioritasnya kedepan. Bahkan, Kasat Reskrim telah menyampaikan perkembangan kasus tersebut, dan pihaknya telah menentukan langkah-langkah untuk penanganan lebih lanjut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed